Kamis, 22 Oktober 2015

Liburaaaaannnnn....... Hunting Bunga Ke Pekan Rabu

Ini cerita ku seminggu yang lalu yang baru sempat aku bagi sekarang. Ga update banget aku ya. Cerita yang udah basi baru sempat aku bagiin saat ini. Dan akan ada banyak cerita ku yang udah basi yang akan aku bagi dalam waktu ke depan, hehe. Walau cerita yang lama dan terkesan basi, tapi ceritanya menurutku seru dan ga rugi deh jika teman-teman baca, makanya aku berminat membaginya.

Kembali ke cerita ku, hari rabu yang lalu bertepatan hari libur 1 Muharram Tahun Hijriyah/Tahun Baru Islam dan bertepatan pula dengan pekan rabu. Sesuai namanya pekan rabu, ya pasti hari rabu dong, hehe. Jadi, mengisi waktu liburan aku dan Mamak ku jalan-jalan ke pekan rabu. Memang dipostingan ku yang sebelumnya aku pernah bercerita tentang pekan rabu. Tapi ga apa lah aku jelasin lagi apa itu pekan rabu. Pekan rabu itu pasar yang buka seminggu sekali yaitu dihari rabu. Menjual segala macam barang, dari mulai pakaian, sayuran, buah, tanaman bunga, boneka, bantal, selimut, sandal dan sepatu, bantal, seprei, gorden, makanan, tanaman, tas, aksesoris, hewan peliharaan, peralatan dapur, sembako, perhiasan dan banyak lagi. Dan  yang menjadi ciri khas yaitu banyaknya barang bekas yang dijual disana dan yang paling banyak yaitu pakaian ( dari mulai pakaian luar sampai pakaian dalam, hehe ) juga selimut, seprei, gorden, tas dan sepatu tapi yang paling banyak memang dari jenis pakaian. Harganya sangat terjangkau dan kualitasnya juga bagus. Banyak barang bermerk dan barang dari luar negeri yang dijual disana. bahkan dari korea, heeemmm.

Dan beretepatan dengan hari libur, maka pengungjung benar-benar padat merayap. Dan membuat macet jalanan sekitar. Karena memang banyak sekali pedagang yang berjualan dipinggir jalan. Walau sudah ada tempat yang disediakan, tapi sudah penuh semua, lagian kalau dipinggir jalankan akan lebih terlihat barang dagangan mereka oleh para pembeli.

Pengunjung bukan hanya orang-orang dari sekitar daerah kami saja. Tapi banyak yang datang dari luar daerah, luar kota bahkan luar provinsi. Terutama orang-orang dari provinsi Aceh. Mereka paling senang berbelanja kemari. Banyak diantara mereka yang ternyata merupakan pedagang, yang khusus datang untuk berbelanja pakaian, selimut, seprei dan gorden bekas untuk mereka jual kembali di daerah mereka ( Aceh ).

Bisa dibilang pekan rabu sudah menjadi salah satu tujuan wisata didaerah kami. Contohnya saja aku dan Mamak ku, memilih liburan kemari. Bukan hanya kami, tapi juga pengunjung lainya terutama dari luar kota dan daerah. Apalagi anak-anak didaerah ku, yang memilih liburan murah meriah ke pekan rabu.
Jadi seharusnya pemerintah setempat yaitu petugas kecamatan Pangkalan Susu sudah seharusnya lebih menata dan merapikan pekan rabu sehingga menjadi lebih menarik dan lebih baik, maka akan menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan pemasukan daerah, terutama masyarakat setempat.

Oya, alasan utama ku jalan-jalan ke pekan rabu adalah karena aku ingin membeli tanaman bunga. Aku memang pecinta bunga, jadi pekan rabu ini menjadi sasaran utama ku untuk berburu  bunga. Karena ada banyak jenis bunga yang dijual disana dengan harga yang terjangkau. Dan aku juga ingin membeli boneka bekas, ya, aku juga pecinta boneka apalagi boneka beruang.

Setelah naik angkutan umum sekitar 15 menit. Sampai lah kami ke pekan rabu. Dan aku pun disambut oleh bunga-bunga cantik yang sudah berderet dipinggir jalan memanggil ku untuk memilih mereka. Dan aku pun langsung memilih bunga mawar kesukaan ku. Cuantik-cuantik semua, pengen aku beli semua tapi duit tidak mencukupi. Setelah memilih dengan teliti, bunga dengan batang yang besar dan tua juga banyak tunas dan kuntumnya. Akhirnya aku beli sekitar 7 pot bunga mawar dengan berbagai warna. Dan mengeluarkan uang 75ribu rupiah. Bagiku tak masalah, namanya juga aku pecinta bunga. Karena setiap orangkan punya hobi yang berbeda. Mungkin bagi pecinta tas atau sepatu, mereka juga tak akan merasa rugi menghabiskan uang berapapun untuk membeli tas atau sepatu kesukaan mereka.

Setelah itu aku dan mamak ku berkeliling mencari dan melihat barang dagangan lainnya. Puas berkeliling, kami pun segera pulang. Namun perasaan belum puas, karena aku belum menemukan penjual boneka bekas. Kami pun menaiki becak bermotor, karena kalau naik angkutan umum, bunga-bunga ku bakal rusak dan susah membawanya karena ada 7 pot yang agak besar. Setelah naik beca, saat aku melihat kekanan dan kekiri, ternyata aku melihat ada penjual boneka bekas. Langsung saja ku katakan pada Mamak ku kalau aku ingin beli dan segera meminta tukang beca untuk berhenti. Setelah aku turun, aku langsung memilih boneka kesukaan ku. Harganya 2 boneka 15ribu rupiah, yang satu boneka kelinci merah dan yang satu boneka beruang. Dan aku minta bonus boneka beeruang kecil kepada penjualnya. Heeemmmm..... senangnya karena apa yang aku inginkan sudah aku dapatkan, yaitu bunga dan boneka ^_^


  • Ini dia photo bunga-bunga mawar cantik yang aku beli


















  •  Photo bonekanya baru satu. Ini boneka beruang kecil yang jadi bonus pembelian boneka. Boneka kelinci dan boneka beruang yang satunya belum aku photo. Ntar kalau udah ada photonya, pasti aku posting.



Lokasi   : Taman Bunga Dan Rumah Ku, Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara, Indonesia
Kamera : Samsung ST72

Rabu, 21 Oktober 2015

1 Muharram, Tahun Hijriyah, Tahunnya Umat Islam

Tak terasa sudah seminggu lebih kita memasuki tahun yang baru yaitu tahun baru hijriyah. Sebagai umat Islam sudah seharusnya kita mengenali tahun kita tahun hijriyah, menggunakannya dan paham juga mengerti tentang makna dan sejarahnya. 

Berikut aku bahas sedikit sejarah tentang tahun baru Hijriyah. Walau dipostingan ku yang sebelumnya, setahun yang lalu saat tahun baru hijriyah, aku sudah membahas sejarah singkatnya. Tapi kali ini kembali aku bahas dari sumber yang berbeda yaitu wikipedia, jadi ada sedikit tambahan. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu bagi kita semua.


  • Sejarah

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.

Penentuan dimulainya sebuah hari dan tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari dan tanggal dimulai pada pukul 00.00 dini hari waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari dan tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut.
Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).

Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala:
           ( At Taubah(9):36 )

Sebelumnya, orang Arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tahun gajah.Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur pada zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab.

Nama-nama bulan

Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:
No Penanggalan Islam Lama Hari
1 Muharram 30
2 Safar 29
3 Rabiul awal 30
4 Rabiul akhir 29
5 Jumadil awal 30
6 Jumadil akhir 29
7 Rajab 30
8 Sya'ban 29
9 Ramadhan 30
10 Syawal 29
11 Dzulkaidah 30
12 Dzulhijjah 29/(30)
Total 354/(355)

Keterangan

  • Tanda kurung merupakan tahun kabisat dalam kalender Hijriyah dengan metode sisa yaitu 2-3-3 yang berjumlah 11 buah yaitu 2,5,8,10,13,16,18,21,24,26 dan 29.

Nama-nama hari

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:
  1. Al-Ahad (Minggu)
  2. Al-Itsnayn (Senin)
  3. Ats-Tsalaatsa' (Selasa)
  4. Al-Arbaa-a / Ar-Raabi' (Rabu)
  5. Al-Khamsah (Kamis)
  6. Al-Jumu'ah (Jumat)
  7. As-Sabt (Sabtu)
Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.

Sistem kalender pra-Islam di Arab

Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).
Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

Revisi penanggalan

Pada era kenabian Muhammad, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang menambahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.

Penentuan Tahun 1 Kalender Islam

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.
Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.

Tanggal-tanggal penting

Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Hijriyah adalah:
Penanggalan Hari Keterangan
1 Muharram Tahun Baru Hijriyah Tahun baru umat Islam
10 Muharram Hari Asyura
  • Saat Nabi Adam diciptakan, dan saat dimana ia bertaubat
12 Rabiul Awal Maulud Nabi Muhammad (hari kelahiran Nabi Muhammad)
27 Rajab Isra' Mi'raj
1 Ramadhan Puasa Satu bulan penuh umat Islam menjalankan Puasa di bulan Ramadan
17 Ramadhan Nuzulul Qur'an Pertama kali Al Quran diturunkan
10 hari ganjil terakhir Ramadan Lailatul Qadar Malam penuh kemuliaan di bulan Ramadhan
1 Syawal Idul Fitri Hari Raya Idul Fitri
8 Dzulhijjah Hari Tarwiyah
9 Dzulhijjah Wukuf Wukuf di Padang Arafah
10 Dzulhijjah Idul Adha Hari Raya Idul Adha
11, 12, 13 Dzulhijjah Hari Tasyriq

Hisab dan Rukyat

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni mengamati penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah bulan baru (ijtima). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki tanggal 1.

Sedangkan hisab adalah melakukan perhitungan untuk menentukan posisi bulan secara matematis dan astronomis. Hisab merupakan alat bantu untuk mengetahui kapan dan dimana hilal (bulan sabit pertama setelah bulan baru) dapat terlihat. Hisab seringkali dilakukan untuk membantu sebelum melakukan rukyat.

Penentuan awal bulan menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah, seperti bulan Ramadan (yakni umat Islam menjalankan puasa ramadan sebulan penuh), Syawal (yakni umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri), serta Dzulhijjah (dimana terdapat tanggal yang berkaitan dengan ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha). Penentuan kapan hilal dapat terlihat, menjadi motivasi ketertarikan umat Islam dalam astronomi. Ini menjadi salah satu pendorong mengapa Islam menjadi salah satu pengembang awal ilmu astronomi sebagai sains, lepas dari astrologi pada Abad Pertengahan.

Sebagian umat Islam berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan, adalah harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung (rukyatul hilal). Sebagian yang lain berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan hisab (perhitungan matematis), tanpa harus benar-benar mengamati hilal. Metode hisab juga memiliki berbagai kriteria penentuan, sehingga seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah seperti puasa Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri.

Rupa-rupa

  • Menurut perhitungan, dalam satu siklus 30 tahun Kalender Hijriyah, terdapat 11 tahun kabisat dengan jumlah hari sebanyak 355 hari, dan 19 tahun dengan jumlah hari sebanyak 354 hari. Dalam jangka panjang, satu siklus ini cukup akurat hingga satu hari dalam sekitar 2500 tahun. Sedangkan dalam jangka pendek, siklus ini memiliki deviasi 1-2 hari.
  • Microsoft menggunakan Algoritma Kuwait untuk mengkonversi Kalender Gregorian ke Kalender Hijriyah. Algoritma ini diklaim berbasis analisis statistik data historis dari Kuwait, namun dalam kenyataannya adalah salah satu variasi dari Kalender Hijriyah tabular.
  • Untuk konversi secara kasar dari Kalender Hijriyah ke Kalender Masehi (Gregorian), kalikan tahun Hijriyah dengan 0,97, kemudian tambahkan dengan angka 622.
  • Setiap 33 atau 34 tahun Kalender Hijriyah, satu tahun penuh Kalender Hijriyah akan terjadi dalam satu tahun Kalender Masehi. Tahun 1429 H lalu terjadi sepenuhnya pada tahun 2008 M.

Kalender Hijriah dan Penanggalan Jawa

Sistem Kalender Jawa berbeda dengan Kalender Hijriyah, meski keduanya memiliki kemiripan. Pada abad ke-1, di Jawa diperkenalkan sistem penanggalan Kalender Saka (berbasis Matahari) yang berasal dari India. Sistem penanggalan ini digunakan hingga pada tahun 1625 Masehi (bertepatan dengan tahun 1547 Saka), Sultan Agung mengubah sistem Kalender Jawa dengan mengadopsi Sistem Kalender Hijriah, seperti nama-nama hari, bulan, serta berbasis lunar (komariyah). Namun, demi kesinambungan, angka tahun saka diteruskan, dari 1547 Saka Kalender Jawa tetap meneruskan bilangan tahun dari 1547 Saka ke 1547 Jawa.


Berbeda dengan Kalender Hijriah yang murni menggunakan visibilitas Bulan (moon visibility) pada penentuan awal bulan (first month), Penanggalan Jawa telah menetapkan jumlah hari dalam setiap bulannya.

Selasa, 20 Oktober 2015

Bencana Kabut Asap / Kebakaran Hutan = Bencana Yang Kita Buat Sendiri

Kabut Asap dimana-mana. Melanda Negeri tercinta. Menjadi topik utama, perbincangan hangat dan berita yang terdengar setiap hari ditelinga. Ya, Sudah beberapa bulan ini masalah kabut asap terjadi dan belum juga ada jalan keluar untuk memadamkan api sampai tuntas.

Dampak kabut asap bukan hanya menyerang daerah yang hutannya terbakar saja, atau bukan hanya wilayah Indonesia saja. Tapi juga merambah ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dan pastinya kedua negara memberikan komentar, baik komentar positif dan negatif.

Bisa dibilang bencana ini ulah tangan manusia sendiri. Karena menurut pemberitaan, terjadinya kebakaran memang karena hutan itu dibakar oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Dengan bayaran sekian juta untuk tiap lahan hutan, orang-orang serakah itu pun tega membakar hutan yang sudah jelas sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata yang menyuruh mereka membakar hutan adalah perusahaan-perusahaan yang ingin membangun pabrik dan membuka perkebunan sawit. Dan diantaranya ada perusahaan asing yang terlibat dalam pembakaran hutan.

Jadi sudah jelaslah bahwa kebakaran hutan bukan disebabkan oleh kemarau panjang. Karena diawal terjadinya kebakaran hutan, dikabarkan bahwa kemarau panjang lah penyebabnya. Apalagi saat ini memang Indonesia sedang dilanda badai el nino, yang merupakan fenomena alam yang menyebabkan suatu daerah mengalami kemarau yang sangat lama. Padahal jika pun kebakaran hutan itu disebabkan oleh kemarau,  mungkin dampaknya tak separah ini dan bisa ditangani dan dipadamkan dalam waktu yang singkat.

Maka sudah jelaslah pelakunya, adalah orang-orang yang serakah dan tak memikirkan orang lain. Karena mereka tidak berpikir panjang akan dampak yang disebabkan ulah tangan mereka. Begitu banyak orang yang menderita karena dampak kabut asap yang menyebabkan gangguan pernafasan dan kesehatan lainnya, bahkan ada yang meninggal terutama balita. Belum lagi anak-anak yang tidak bisa sekolah karena gangguan kabut asap akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka. Gangguan lalu lintas dan transportasi karena jarak pandang yang sangat pendek dan menyebabkan kecelakaan. Gangguan penerbangan. Juga banyak hewan-hewan dihutan yang kehilangan habitat mereka atau bahkan banyak yang mati. Dan banyak lagi dampak buruk yang terjadi akibat kabut asap yang terjadi karena ulah mereka.

Diperkirakan sudah lebih dari 1000 Hektar hutan yang terbakar, dengan ratusan titik api yang terus bertambah. Dan setiap hari kita bisa lihat di televisi tentang kebakaran hutan yang terus bertambah bukannya berkurang. Dan pemerintah semakin kalang kabut, karena bencana kebakaran hutan tak kunjung padam.

Seluruh masyarakat menuntu agar masalah ini bisa segera diselesaikan dan perusahaan dan orang-orang yang terlibat dalam kebakaran hutan segera dihukum dengan hukuman yang setimpal juga pencabutan ijin usaha mereka. Tapi sepertinya pemerintah memberi hukuman yang tak setimpal. Hanya memberi denda dan paling hukuman beberapa tahun penjara untuk oknum pelaku pembakaran. Tapi tidak mencabut ijin usaha untuk perusahaan terutama perusahaan asing.

Bisa dibilang hampir ditiap pulau di Indonesia yang mengalami kebakaran hutan. Mulai dari pulau sumatera, jawa, kalimantan dan sulawesi. Dan pulau yang terparah yaitu pulau sumatera dan kalimantan.
Bahkan kampung ku saja, yang bisa dibilang sangat jauh dari lokasi kebakaran. Karena aku tinggal di kecamatan pangkalan susu, kabupaten langkat, provinsi sumatera utara, yang sangat jauh dari propinsi riau, dimana di sana lah kebakaran hutannya yang cukup besar. Namun dampak kabut asapnya juga sedikit terkena ke daerah kami. Walau hanya sedikit dan sebentar, tiap pagi hari terlihat kabut asap tipis dan langit agak mendung tapi bukan mendung karena hujan. Dan kabut itu ada selama beberapa jam sampai matahari mulai naik dan terik, maka hilanglah kabut asap itu.

Dan aku juga merasa sedih dengan keadaan yang dialami oleh saudara-saudara kita yang daerahnya mengalami kebakaran hutan dan kabut asap. Apalagi abangku bersama istri dan anaknya, tinggal di pekan baru Riau. Dan mereka terkena bencana kabut asap. Bahkan keponakanku yang bersekolah dipesantren pekan baru, harus dipulangkan dan tidak bisa sekolah, karena dampak buruk kabut asap sangat menggangu dan akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan anak-anak.

Aku hanya bisa berdoa, semoga bencana kebakaran hutan ini bisa segera berakhir dan tidak ada lagi kebakaran hutan. Karena hutan sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Terutama hutan sebagai paru-paru dunia. Apa jadinya jika tak ada lagi hutan? sungguh tak bis dibayangkan.
Karena itu, kebakaran hutan ini harus menjadi pelajaran bagi kita, agar lebih mencintai alam, jangan serakah, dan tetap bisa menjaga lingkungan walau usaha apapun yang ingin kita bangun. Karena bagaimana pun, kita sangat membutuhkan hutan, jadi sudah seharusnya kita bisa menjaganya bukan merusak dan menghancurkannya.


Minggu, 18 Oktober 2015

Sunday Is Suantai Day :)

Heeemmmm..... hari minggu memang hari yang asyik buat santai. Setelah 6 hari disibukkan dengan segala aktifitas. Maka hari minggu lah waktu yang tepat untuk istirahat, memanjakan diri dan melakukan aktifitas yang tak sempat dilakukan dihari lain.

Seperti hari ini, dari pagi aku nyantai terus. Padahal cucian kotor udah banyak menanti, haha. Tapi aku malah memilih nyantai. Terus berkebun bersama mamak ku. Ya, aku memang suka menanam bunga dan tanaman lainnya. Hoby sekaligus hiburan, karena melihat bunga membuat hati senang. Apalagi saat melihat bunga-bunga yang cantik bermekaran dan harum mewangi, heeemmmmm rasanya nyaman dan bahagia ^_^

Karena aku juga sangat tergila-gila dengan photography, maka acara selanjutnya adalah memotret bunga-bunga cantikku tercinta. Rasanya tak puas-puas aku memotretnya. Dari berbagai sudut, bahkan aku harus berdiri, jongkok dan membungkuk ditengah panas pagi yang lumayan nyengat, hehe. Tapi tak apa, yang namanya hobi sekaligus cita-cita yaitu jadi photographer, maka apapun akan dihadapi. Dan tak akan ada yang namanya capek, yang ada hanya rasa senang dan puas.

Dan acaranya harus selesai karena jeda makan siang dan shalat dzuhur. Tapi perasaan senang terus terasa dan tak sabar untuk lanjut bercengkrama dengan bunga-bunga cantikku dan membidik sasaran indah dengan kamera poket ku.

Ini beberapa hasil jepretan ku hari ini




































Minggu, 11 Oktober 2015

Hari Raya Idul Adha, Hari Untuk BerQurban

Hari raya Idul Adha atau hari raya Qurban adalah hari raya yang dirayakan oleh kita umat muslim diseluruh dunia. Hari raya yang juga memang bulannya pelaksanaan ibadah haji, makanya banyak orang Indonesia yang menyebutnya sebagai hari raya haji. Bahkan waktu kecil dulu, aku mengira hari raya idul adha yang sering disebut haji adalah hari raya yang hanya dirayakan oleh orang-orang yang pergi hajia atau yang sudah jadi haji. Haha, bodoh sekali aku ya, keliatan banget pengetahuan tentang islamnya masih dikit.

Hari raya idul adha atau hari raya qurban, memang benar-benar sebagai salah satu bukti cinta kita pada Allah dan pada saudara kita. Dimana Allah memerintahkan kita yang memang mam[u dan memiliki kelapangan rejaki untuk berqurban dengan menyembelih hewan-hewan qurban seperti unta, sapi, kerbau, domba dan kambing. Yang sudah cukup umur, sehat dan memnuhi syarat lainnya.  Lalu hewan qurban yang sudah disembelih tadi dibagikan kepada saudara-saudara kita yang memang membutuhkan. Karena Allah memang memerintahkan dalam Al-Qur'an untuk berqurban.

Perintah untuk berqurban sudah ada sejak zaman Nabi Adam. Dimana dua anaknya Habil dan Qabil mempersembahkan qurban kepada Allah. Namun karena salah hanya salah satu qurban mereka yang diterima yaitu qurban milik Habil, maka Qabil marah dan membunuh saudaranya. Bahkan pembunuhan itu adalah pembunuhan pertama di bumi.

Idul Adha juga ditandai dengan peristiwa kurban yaitu pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Disaat Allah memerintahkan Nabu Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangannya yang sangat shaleh yaitu nabi Ismail. Sebagai Nabi yang taat kepada perintah Allah, maka Nabi Ibrahim pun rela melaksanakan perintah Allah walau hatinya sangat sedih. Begitu juga Nabi Ismail, sebagai anak yang shaleh dia dan cinta kepada Allah, dia rela dirinya diqurbankan sebagai bukti rasa cinta kepada Allah.
Dan saat hari dimana Nabi Ibrahim ingin menyembelih leher Nabi Ibrahim, dan saat pisau yang sangat tajam diletakkan dileher Nabi Ismail, maka pisau itu menjadi tumpul dan tak bisa menyembelih leher Nabi Ismail. Dan semua terjadi atas kehendak Allah, kemudian Allah pun berfirman agar Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing yang ada disamping mereka. Sebagai tebbusan ganti nyawa Nabi Ismail yang telah diselatkan Allah. Dan peristiwa itu merupakan bukti cinta Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah, karena mereka rela melakukan apa saja yang Allah perintahkan. Bahkan rela mengorbankan orang yang dicintai dan mengorbankan nyawanya sendiri.

Jadi, sudah sepatutnya kita mencontoh pengorbanan, kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail. Dan sepatutnya bagi kita yang diberi rejeki lebih, kesehatan dan kemampuan untuk melaksanakan ibadah Haji dan berqurban. Sebagai tanda cinta kita kepada Allah.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, aamiin ya Allah aamiin ya Rabb.