Waktu itu di tanggal 25 bulan Juli tahun 1987, suara bayi mungil terdengar di waktu subuh, membawa kebahagiaan dihati orang tua dan keluarganya. Bayi perempuan yang lahir dari rahim seorang Ibu yang tangguh dan penuh kasih sayang. Bayi perempuan yang kemudian dipanggil Juli, sesuai dengan kelahirannya bulan Juli. Bayi yang diharapkan menjadi anak shalehah, anak yang bisa dibanggakan, berguna bagi agama juga nusa bangsa, yang bisa menjadi tempat berteduh orangtuanya dihaari tua kelak, dan menolong mereka diakhirat kelak.
Dan kini, 25 Juli 2015, sudah genap 28 usia bayi perempuan mungil yang kini menjelma menjadi wanita dewasa. Dan diharapkan bisa benar-benar menjadi wanita dewasa yang sesungguhnya, yang bisa bertanggung jawab dan menjalani kehidupan dengan benar sesuai tuntunan agama Islam. Dan bisa selalu berbakti kepada orangtua dan membahagiakan mereka. Dan bisa menggapai impian, harapan dan cita-cita.
Hemm... itulah sedikit kata-kata puitisku tentang hari kelahirannku yang tepat pada hari ini. 28 tahun yang lalu, 25 Juli 1987 tepat pada hari sabtu, aku dilahirkan didunia ini. Dan kini, 28 tahun kemudiaan, 25 Juli 2015, juga tepat dihari sabtu, aku memperingati hari kelahiranku. Hari yang sangat spesial dan istimewa bagiku. Dan yang menambah istimewa, karena harinya juga hari sabtu, sama dengan hari saat aku dilahirkan dulu.
Hari kelaihranku tidak dirayakan, karena memang dalam agama islam tidak ada perayaan hari ulang tahun, karena itu merupakan tradisi non muslim. Dan dalam agama islam hanya ada 2 hari raya yang wajib dirayakan yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha, selainnya tidak boleh dirayakan.
Memang dari kecil dulu, walaupun waktu itu aku dan orangtua ku juga belum mengerti tentang larangan merayakan ulang tahun, tapi aku memang tidak pernah merayakan seperti anak-anak lain yang merayakan secara besar-besaran dengan pesta.
Aku hanya merayakan dengan kedua orangtua ku, kakek nenek, dan beberapa sepupu yang seumuran dengan ku. Memang kami membeli kue bolu dan lilin lalu memasang beberapa balon didekat jendela. Pernah juga aku mengundang beberapa temanku untuk datang ke rumah dan makan bersama saat aku masih sekolah dasar. Dan kadang kami hanya bertiga (aku dan kedua orangtua ku) merayakan bersama dirumah dengan menikmati makanan kesukaan yang dibuat Mamak ku. Ya, memang sudah jadi kebiasaan kami, saat hari lahir ku atau hari lahir Bapak dan Mamak ku, Mamakku memasak makanan kesukaan kami. Dan dari sekian banyak makanan kesukaan yang sering dimask yaitu pulut kuning. Makanan berbahan dasar beras pulut/ketan yang dimasak dengan santan dan diberi kunyit agar kuning, lalu ditambah inti/gula kelapa (gula merah yang dimasak dengan kelapa parut). Makanan khas suku Melayu, karena memang Mamak ku keturunan Padang dan Melayu dan Bapak ku suku Karo, jadinya aku nano-nano sukunya Karo+Padang+Melayu campur-campur kayak es campur, haha.
Yang pasti tidak ada yang namanya pesta ulang tahun. Kami hanya merayakan secara sederhana dengan makanan kesukaan. Jika ada rejeki lebih, Mamak ku memasak yang banyak dan dibagikaan kepada saudara dan tetangga. Berharap dengan bersedekah bisa menambah berkah dan kebaikan.
Usia bertambah dan sekaligus pertanda berkurangnya waktu kita berada di bumi Allah ini dan semakin dekatlah waktu kita menuju kembali pada-Nya. Karena memang semakin hari, semakin berlalunya waktu maka semakin dekatlah menghantarkan kita menuju ajal/kematian kita. Jadi, kalau kita merayakan ulang tahun itu sama saja dengan kita merayakan hari kematian kita. Padahal kematian itu bukan untuk dirayakan tapi dipersiapkan, mempersiapkam bekal menuju akhirat, tempat tinggal kita yang abadi.
Karena itu, moment hari kelahiran tak perlu dirayakan dengan pesta pora dan kehebohan, Tapi haruslah kita renungkan dan mulai perbaiki diri. Agar bilangan usia kita yang bertambah bisa menjadi berkah dan kebaikan juga manfaat bagi kita dan semua orang. Dan agar kita bisa memperbanyak bekal menuju kekampung akhirat kita, kampung halaman yang abadi.
Aku selalu berharap dan berdoa kepada Allah, semoga usia ku ini bisa menjadi berkah, bisa membuatku semakin mendekatkan diri kepada Allah, bisa menjadi anak yang shalehah dan berbakti dan membahagiakan kedua orang tua ku, bisa bermanfaat bagi semua orang, dan aku pun bisa lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak. Karena memang selama ini tingkah laku dan cara pikir ku masih kekanak-kanakan dan selalu dipenuhi emosi dan kurang bersabar. Dan masih banyak lagi harapan, impian dan cita-cita yang aku harap bisa tercapai. Yang pasti, aku berharap bisa menjadi lebih baik lagi dari hari kemarin.
Aku juga mendoakan untuk semua orang yang juga berulang tahun hari ini hari yang sama dengan ku, aku doakan untuk kita semua semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan, cinta dan kasih sayangnya kepada kita, memberikan umur yang panjang lagi berkah juga kesehatan, kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat, rejeki yang halal lagi berkah, menjadikan kita anak yang shaleh dan shalehah berbakti dan membahagiakan kedua orang tua, menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi semua orang, moga kita mendapatkan jodoh yang shaleh/shalehah, keluarga yang sakinah mawadah warahmah, anak dan keturunan yang shaleh dan shalehah, memiliki kehidupan yang damai dan tenang penuh berkah dan kebaikan, tercapai semua harapan, impian dan citap-cita, semakin mendekatkan diri pada Allah dan mengajak orang untuk mendekatkan diri pada Allah, dan bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, Aamiin ya Allah.
Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatu, Mejuah-juah, Aneyonghaseyo, Bonjour, Halo, selamat datang di Dunia Ku Dunia Juli "Black Pandia", disini berisi tentang hal-hal menarik, informatif, menghibur, unik, dan juga coretan-coretan juga hal-hal tentang diriku. Selamat Berkunjung ^_^
Sabtu, 25 Juli 2015
Pistol-Pistolan Di Hari Lebaran
Entah sejak kapan dan entah siapa yang memulainya, tradisi bermain pistol-pistolan atau tembak-tembakan dihari lebaran. Aku meras heran dan merasa aneh dengan tradisi yang satu ini. Karena tak ada hubungannya sama sekali dengan hari lebaran, karena hari lebaran itu indah, suci, damai dan penih kebahagiaan dan keceriaan. Tapi kenapa malah ada tradisi bermain pistol-pistolan yang jelas-jelas pemborosan, ga bermanfaat dan termasuk dalam unsur kekerasan.
Tradisi ini sudah sejak lama ada didaerahku dan aku tidak tau apakah diseluruh Indonesia juga mengalami atau hanya didaerah ku saja.
Sama halnya dengan tradisi bermain kembang api, petasan dan meriam bambu yang selalau ada saat bulan puasa dena lebaran, dan sangat mengganggu juga pemborosan. Tradisi bermain pistol-pistolan ini yang muncul dihari lebaran, sungguh mengganggu dan tak bermanfaat.
Dan permainan ini jelas mengajari tindak kekerasan, karena anak kecil yang belum mengerti apa-apa diajari menembak dengan peluru plastik. Yang mengerikan, anak-anak kecil itu malah menembaki teman-temannya bermain, mereka pikir itu lucu padahal itu jelas berbahaya. Dan sudah banyak kasus anak-anak yang menjadi korban permainan ini. Walau tidak sampai korban jiwa tapi korban luka-luka sangat banyak. Ada yang matanya terkena peluru sehingga nyaris buta, ada yang telinganya kemasukan peluru dan harus dibawa kerumah sakit untuk mengeluarkan peluru mungil itu karena bila tidak dikeluarkan akan bisa merusak telinga dan menyebabkan rusaknya pendengaran, dan masih banyak lagi akibat yang ditimbulkan pistol mainan itu.
Selain menembaki temannya, anak-anak juga menembaki burung-burung, capung, kupu-kupu dan hewan-hewan lainnya yang tidak bersalah. Itu sudah jelas-jelas mengajarkan perbuatan buruk pada diri anak-anak. Karena sejak dini anak-anak ditanamkan untuk berbuat kekerasan, membunuh, kejam dan tidak berprikemanusiaan. Ah, sungguh mainan yang tidak ada unsur mendidiknya sama sekali.
Sebenarnya orang tua sangat berperan penting dalam hal ini. Harusnya orang tua mengajarkan dan melarang anak-anaknya bermain pistol-pistolan, dan menjelaskan dampak buruk dengan perlahan agar anak-anak mengerti. Dan memilih mainan yang lebih baik, bermanfaat dan mendidik.
Jangan hanya karena anak-anak banyak mendapat THR/angpao, lantas mereka boleh membeli mainan semau mereka dan orang tua membiarkan anaknya membeli semau mereka dengan alasan itu uang mereka sendiri yang didapat dihari lebaran.
Dan pastinya, kesalahan utama ada dipabrik pembuat mainan pistol-pistolan itu sendiri, kenapa mereka memproduksi mainan yang membahayakan dan banyak unsur negatifnya. Hanya karena mereka ingin mendapat banyak keeuntungan, mereka mengorbankan banyak orang terutama anak-anak kecil yang belum tau baik dan buruk.
Semoga kedepannya pemerintah lebih perduli dan menyeleksi pabri mainan dalam memproduksi mainan untuk anak-anak, agar lebih bermanfaat dan mendidik. Juga memeriksa pasar dan pedagang yang menjual mainan, agar menjual mainan yang sesuai dengan anak-anak.
Karena sungguh disayangkan, hari lebaran hari yang agung bagi umat muslim hari yang istimewa yang penuh dengan nuansa kebahagiaan dan keceriaan, malah dicemari dengan permainan yang jauh dari unsur islami.
Tradisi ini sudah sejak lama ada didaerahku dan aku tidak tau apakah diseluruh Indonesia juga mengalami atau hanya didaerah ku saja.
Sama halnya dengan tradisi bermain kembang api, petasan dan meriam bambu yang selalau ada saat bulan puasa dena lebaran, dan sangat mengganggu juga pemborosan. Tradisi bermain pistol-pistolan ini yang muncul dihari lebaran, sungguh mengganggu dan tak bermanfaat.
Dan permainan ini jelas mengajari tindak kekerasan, karena anak kecil yang belum mengerti apa-apa diajari menembak dengan peluru plastik. Yang mengerikan, anak-anak kecil itu malah menembaki teman-temannya bermain, mereka pikir itu lucu padahal itu jelas berbahaya. Dan sudah banyak kasus anak-anak yang menjadi korban permainan ini. Walau tidak sampai korban jiwa tapi korban luka-luka sangat banyak. Ada yang matanya terkena peluru sehingga nyaris buta, ada yang telinganya kemasukan peluru dan harus dibawa kerumah sakit untuk mengeluarkan peluru mungil itu karena bila tidak dikeluarkan akan bisa merusak telinga dan menyebabkan rusaknya pendengaran, dan masih banyak lagi akibat yang ditimbulkan pistol mainan itu.
Selain menembaki temannya, anak-anak juga menembaki burung-burung, capung, kupu-kupu dan hewan-hewan lainnya yang tidak bersalah. Itu sudah jelas-jelas mengajarkan perbuatan buruk pada diri anak-anak. Karena sejak dini anak-anak ditanamkan untuk berbuat kekerasan, membunuh, kejam dan tidak berprikemanusiaan. Ah, sungguh mainan yang tidak ada unsur mendidiknya sama sekali.
Sebenarnya orang tua sangat berperan penting dalam hal ini. Harusnya orang tua mengajarkan dan melarang anak-anaknya bermain pistol-pistolan, dan menjelaskan dampak buruk dengan perlahan agar anak-anak mengerti. Dan memilih mainan yang lebih baik, bermanfaat dan mendidik.
Jangan hanya karena anak-anak banyak mendapat THR/angpao, lantas mereka boleh membeli mainan semau mereka dan orang tua membiarkan anaknya membeli semau mereka dengan alasan itu uang mereka sendiri yang didapat dihari lebaran.
Dan pastinya, kesalahan utama ada dipabrik pembuat mainan pistol-pistolan itu sendiri, kenapa mereka memproduksi mainan yang membahayakan dan banyak unsur negatifnya. Hanya karena mereka ingin mendapat banyak keeuntungan, mereka mengorbankan banyak orang terutama anak-anak kecil yang belum tau baik dan buruk.
Semoga kedepannya pemerintah lebih perduli dan menyeleksi pabri mainan dalam memproduksi mainan untuk anak-anak, agar lebih bermanfaat dan mendidik. Juga memeriksa pasar dan pedagang yang menjual mainan, agar menjual mainan yang sesuai dengan anak-anak.
Karena sungguh disayangkan, hari lebaran hari yang agung bagi umat muslim hari yang istimewa yang penuh dengan nuansa kebahagiaan dan keceriaan, malah dicemari dengan permainan yang jauh dari unsur islami.
Tentang Ziarah Kubur Dalam Pandangan Islam
Kali ini akau mau membahas tentang ziarah kubur. Sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia menjelang puasa atau lebaran melakukan ziarah kubur. Bahkan dihari-hari biasa pun banyak yang melakukan ziarah kubur, dikuburan orang tua, anak, kakek-nenek, abang/kakak atau adik, saudara dan teman atau kekuburan orang-orang penting atau tokoh agama.
Namun sudahkah kita melakukan tata cara ziarah dengan benar sesuai ajaran Rasulullah? karena banyak diantara kita yang belum tau benar tata cara ziarah yang sesuai dengan yang dilakukan Rasulullah. Bahkan juga banyak diantara kita yang melakukan zuarah kubur dengan maksud meminta pertolongan pada orang yang telah meninggal, dan itu jelas perbuatan syirik.
Untuk itu, sedikit aku berikan penjelasan tentang ziarah kubur. Yang aku ambil dari salah satu situs islam http://www.jadipintar.com/2013/10/Hukum-Dan-Tata-Cara-Ziarah-Kubur-Yang-Sesuai-Tuntunan-islam.html
1. Hukum Ziarah Kubur
- Disunahkan untuk lelaki. Berziarah kubur disunatkan bagi laki-laki, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Ash-Habus-Sunan dari Abdullah bin Buraidah yang diterimanya dari bapaknya, bahwa Nabi saw. berabda: " إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُم اْلآخِرَةَ Dahulu saya melarang menziarahi kubur, sekarang berziarahlah kepadanya, karena demikian itu akan mengingatkanmu akan hari akhirat!"
- Alasan larangan pada permulaannya. Larangan pada permulaan itu, ialah karena masih dekatnya masa mereka dengan zaman Jahiliyyah, dan dalam suasana di mana meeka masih belum dapat menjauhi sepenuhnya ucapan-ucapan kotor dan keji. Maka tatkala mereka telah menganut Islam dan merasa tenteramnya dengannya serta mengetahui aturan-aturannya, diizinkanlah mereka oleh Syara' buat menziarahinya. Dari Abu Hurairah r.a.: "Bahwa Nabi saw. pergi menziarahi makam ibunya. Ia menangis, orang-orang sekeliling pun menangis pula karenaya. Maka sabda Nabi saw.:'Saya mohon ozin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun bagi ibuku, tetapi tidak diizinkannya. Oleh sebab itu saya minta izin untuk menziarahi makamnya, maka diizinkan-Nya. Karena itu berziarahlah kamu ke kubur, karena itu akan mengingaatkanmu kepada maut!" (H.R. Ahmad dan Muslim, juga Ash-Habus-Sunan kecuali Turmudzi).
- Menziarahi kubur orang kafir. Dan karena yang dituju dengan berziarah itu ialah mengambil i'tibar dan peringatan, boleh menziarahi kubur orang-orang kafir dengan tujuan yang serupa yang telah disebutkan itu. Seandainya karenakelalimannya mereka menerima hukuman dari Allah, disunatkan menangis dan menunjukkan ketergantungan kepada Allah sewaktu lewat di kuburan dan tempat terjadinya kecelakaan. Dari Ibnu Umar r.a.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya ketika mereka sampai di Hijir, negeri Kaum Tsamud:"Janganlah kamu memasuki negeri orang-orang yang kena siksa itu kecuali dalam keadaan menangis! Jika kamu tidak menangis, maka janganlah masuk, agar tidak ditimpa adzab sebagaimana yang menimpa mereka!" (H.R. Bukhari).
2. Adab/Tata Cara Ziarah Kubur
Jika seseorang yang berziarah telah sampai ke kubur hendaklah ia menghadap ke arah muka mayat dan memberi salam serta mendo'akannya.
- Dari Buraidah, katanya: "Nabi saw. telah mengajarkan kepda para sahabat seandainya mereka pergi menziarahi kubur supaya ada yang mengucapkan ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃَﻫْﻞَﺍﻟﺪِّﻳَﺎﺭِﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَﻭِﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭِﺇِﻧَّﺎﺇِﻥْﺷَﺎﺀَﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻜُﻢْ ﻻَﺣِﻘُﻮْﻥَ. ﻧَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻠﻪِﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟﻌَﺎﻓِﻴَﺔَ ' Assalamu'alaikum, hai penduduk kubur dari golongan yang beriman dan beragama Islam! Dan kami insyaallah juga akan menyusul di belakang Dan kami mohon kepada Allah agar kami begitupun kamu dilimpahi keselamatan oleh Allah.'" (H.R. Ahmad, Muslim dan lain-lain.) .
- Dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi saw. lewat di pekuburan Madinah, maka dihadapkannya mukanya ke sana serta sabdanya: "Salam atasmu wahai penghuni kubur, dan semoga Allah memberi keampunan bagi kami dan bagi kamu! kamu adalah perintis bagi kami, dan kami menjadi pengikut yang menuruti jejakmu!" (H.R. Turmudzi).
- Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Bahwa nabi saw. setiap malam ia menggiliri 'Aisyah, biasa di waktu dini hari pergi ke Baqi' dan mengucapkan 'Salam atasmu wahai perkampungan orang-orang mukmin, dan nanti pada waktu yang telah ditentukan kamu akan menemui apa yang dijanjikan! Dan insyaallah kami akan menyusulmu di belakang. Ya Allah, berilah keampunan bagi penduduk Baqi' yang berbahagia ini!'!" (H.R.Muslim).
- Dan juga diriwayatkan daripadanya, bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw. apa yang harus diucapkannya kepada mereka: Ucapkanlah :السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ (وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ) وَإِنَّا إِنْشَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ Salam atasmu wahai penduduk kampung, dari golongan mukminin dan Muslimat! Dan semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita bersama. baik yang telah mendahului maupun terbelakang, dan Insya allah kami akan menyusul kemudian. Kami insya Allah akan bergabung bersama kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim no. 975).
3. Larangan Saat Ziarah Di Kuburan
- Duduk di atas kuburan dan menginjaknya. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam :"Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan, dan ja-nganlah kalian duduk di atasnya." (HR. Muslim).
- Thawwaf sekeliling kuburan dengan niat untuk ber-taqarrub (ibadah). Karena thawaf hanyalah dilakukan di sekeliling Ka’bah. Allah berfirman, "Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah, Ka’bah)." (AI-Hajj: 29).
- Membaca Al-Qur’an di kuburan. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, "Janganlah menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan berlari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah." (HR. Muslim). Hadits ini mengisyaratkan bahwa kuburan bukanlah tempat membaca Al-Quran. Berbeda halnya dengan rumah. Adapun hadits-hadits tentang membaca Al-Quran di kuburan adalah tidak shahih.
- Meminta pertolongan kepada mayit, meskipun dia seorang nabi atau wali, sebab itu termasuk syirik besar. Allah berfirman, "Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." (Yunus: l06). Zhalim dalam ayat ini berarti musyrik.
- Meletakkan karangan bunga atau menaburkannya di atas kuburan mayit. Karena hal itu menyerupai perbuatan orang-orang Nasrani, serta membuang-buang harta dengan tiada guna. Seandainya saja uang yang dibelanjakan untuk membeli karangan bunga itu disedekahkan kepada orang-orang fakir miskin dengan niat untuk si mayit, niscaya akan bermanfaat untuknya dan untuk orang-orang fakir miskin yang justru sangat membutuhkan uluran bantuan tersebut."
- Membangun di atas kuburan atau menulis sesuatu dari Al-Quran atau syair di atasnya. Sebab hal itu dilarang, "Beliau Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang mengapur kuburan dan membangun di atas-nya." Cukup meletakkan sebuah batu setinggi satu jengkal, untuk menandai kuburan. Dan itu sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ketika meletakkan sebuah batu di atas kubur Utsman bin Mazh’un, lantas beliau bersabda, "Aku memberikan tanda di atas kubur saudaraku." (HR. Abu Daud, dengan sanad hasan).
4. Ziarah Kubur Bagi Wanita
- Keringanan buat wanita. Malik, sebagian golongan Hanafi, suatu berita dari Ahmad, dan kebanyakan ulama memberi keringanan bagi wanita buat ziarah ke kubur. Berdasarkan hadits 'Aisyah yang lalu bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw.apa yang harus diucapkannya kepada mereka . Maksudnya ialah ketiak menziarahi kubur. Juga riwayat dari Ibnu Abi Mulaikah, bahwa pada suatu hari 'Aisyah datang dari perkuburan. Kelanjutan dari hadits tersebut adalah sebagai berikut" "Maka saya bertanya :'Ya Ummul Mukminin, dari mana Anda'? Ujarnya: 'Dari makam saudaraku Abdurrahman', lalu saya tanyakan pula: 'Bukankah Rasulullah saw. telah melarang ziarah ke kubur'? 'Memang', ujarnya. 'mula-mula dilarangnya ziarah ke kubur, kemudian disurhnya menziarahinya'." (Diriwayatkan oleh Hakim, juga oleh Baihaqi yang mengatakan:"Pada sanadnya terdapat Bustham bin Muslim al-Bashri, yang meriwayatkannya seorang diri." Menurut Dzahabi: "Hadits tersebut sah.")
- Taqrir dari Rasulullah saw. Dan alasan dapat dipergunakannya sebagai dalil, ialah karena Rasulullah saw. melihat wanita di kuburan dan tidak melarangnya. Alasannya pula ialah karena ziarah itu bertujuan untuk memperingatkan manusia akan akhirat, suatu hal yang sama dibutuhkan baik oleh pria maupun wanita, jadi pria tidaklah lebih memerlukannya dari wanita-wanita.
- Ada yang berpendapat makruh. Segolongan ulama memandang makruh bila wanita berziarah ke kubur, karena mereka kurang tabah dan lebih mudah tergoda, juga karena sabda Rasulullah saw. yang lalu "Allah mengutuk wanita-wanita yang sering menziarahi kubur." (H.R.Ahmad, Ibnu Majah, juga Tirmidzi yang mengatakannya sah).
- Hujjah Qurtubi. Berkata Qurthubi: "Kutukan yang tersebut dalam hadits hanyalah bagi wanita-wanita yang terlalu sering berziarah sebagaimana dimaksud oleh shigat mubalagah. Dan mungkin sebabnya karena mengakibatkan tersianya hak suami, memperagakan diri dan kemungkinan menangis dan meratap dan lain sebagainya."
- Secara umum dibolehkan. Syaukani berkata: "Jika semua itu dapat diatasi, maka tak ada alasan buat tidak mengizinkan mereka. Karena mengingat maut itu sama dibutuhkan baik oleh pria maupun wanita." wallahu a'lam.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Mudik Alias Pulang Kampung (PulKam)
Sudah menjadi sebuah tradisi di Indonesia, bila lebaran tiba maka para anak rantau kembali menuju kampung halaman. Sebenarnya bukan hanya perantau, tapi juga bagi mereka yang ingin berkunjung kerumah sanak saudara yang ada didaerah atau kota lain. Memang sebenarnya tradisi mudik lebaran bukan hanya di Indonesia, tapi juga diberbagai negara muslim lainnya. Namun karena memang Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, maka sudah jelaslah kalau tradisi mudik terbesar juga pastinya di Indonesia.
Yang ikutan mudik juga bukan hanya yang beragama muslim tapi juga non muslim. Yang memang kebetulan mereka berada dirantau atau bagi mereka yang memiliki saudara muslim dan ingin berkunjung. Maka moment libur lebaran adalah waktu yang tepat untuk kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga.
Arus lalu lintas pun padat merayap. Polisi lalu lintas bekerja keras mengamankan laju mudik yang membludak. Semua sarana transportasi kebanjiran penumpang. Harga ongkos dan tiket pun naik, apalagi kalau kena calo, pasti berkali lipat harganya. Tapi itu pun dijalani demi pulang kampung. Dan pemesanan pun harus dari jauh hari, kalau tidak mau kehabisan tiket dan ga bisa mudik.
Memang libur nasional dan libur panjang bukan hanya saat lebaran. Masih ada hari libur lainnya terutama libur sekolah yang cukup panjang. Tapi memang hanya dilibur lebaran ini seluruh perusahaan, sekolah, dinas pemerintah dan swasta juga usaha lainnya, memberi libur yang banyak dan pastinya liburnya serentak dong. Jadi jelaslah kesempatan libur lebaran ini tak akan dilewatkan, apalagi bagi mereka yang merantau sangat jauh atau mereka yang mempunyai dana terbatas dan hanya bisa pulang setahun sekali. Lagi pula saat liburan sekolah, orang-orang lebih banyak menghabiskan untuk jalan-jalan ketempat wisata atau bagi yang ekonomi menengah kebawah, pastilah dana yang ada disimpan untuk memnuhi kebutuhan sekolah apalagi masuk ajaran baru pastilah butuh banyak biaya.
Walaupun saat ini lebaran bertepatan dengan libur sekolah dan memasuki ajaran baru sekolah. Tapi tetap orang-orang melakukan mudik, karena memang dana yang ada sudah diperhitungkan untuk lebaran dan sekolah yang bersamaan. Lagi pula dua libur panjang jadi satu, jadi liburannya sekalian mudik lebaran.
Suasana mudik memang penuh semangat. Semua orang tidak sabar ingin segera sampai kekampung halaman agar bisa berkumpul dengan keluarga. Dan berbagi keceriaan lebaran bersama, saling memaafkan dan melepaskan rindu. Apalagi memang kesibukan sehari-hari terutama pekerjaan membuat kita jarang bertemu dengan saudara kita. Bukan hanya yang jauh dirantau bahkan kita yang berdekatan atau bersebelahan rumah sekalipun bisa jarang bersua dan ngobrol, akibat kesibukan masing-masing. Dan itu aku alami sendiri, hehe.
Moment mudik memang penuh keseruan, membawa oleh-oleh kekampung halaman. Dan keluarga dikampung juga sudah tak sabar ingin bertemu melepas rindu dan bercerita. Seakan waktu begitu lambat berjalan menuju pertemuan.
Aku jadi ingat waktu dulu aku bersama Bapak dan Mamak ku sering mudik ke rumah nenek saat lebaran, tapi sekarang tidak lagi karena kakek nenek sudah tiada dan sekarang rumah mereka sudah kami beli dan kami tempati.
Rasanya senang saat mudik, bertemu kakek nenek dan juga saudara-saudara juga sepupu-sepupu yang seumuran dengan ku. Rasanya ga sabar menanti mudik lebaran, ga sabar ingin bertemu dan saat dijalan, ga sabar ingin segera sampai dirumah nenek.
Saat aku kuliah, aku juga ngalami mudik alias pulang kampung. Memang bukan kerumah nenek karena kakek nenek sudah tiada, walaupun kami tetap sering mudik kekampung nenek untuk silaturahmi dengan keluarga disana. Tapi mudik ku ini ya pulang kampungke rumah ku karena waktu kuliah aku jadi anak kost, karena rumah ku jauh didesa sementara aku kuliah dikota medan.
Menyenangkan sekali suana mudik, ga sabar pengen cepat sampai rumah. Walau kadang pas bertepatan libur kuliah/libur semester, aku bahkan libur lebih cepat yaitu sebelum puasa dan kembali setelah lebaran. Jadi mudiknya bukan mudik lebaran tapi mudik libur kuliah.
Dan saat kembali ke tempat kos dan kekampus setelah libur lebaran, teman-teman sibuk meminta oleh-oleh dan kue lebaran dari kampung. Aku juga begitu, meminta kue lebarand an oleh-oleh mereka. Kemudian setelah itu silaturahmi kerumah teman-teman yang ada disekitaran kota medan.
Suasana mudik memang menyenangkan dan penuh kesan. Membuat kita selalu teringat kampung haalman dan suasana yang ada disana juga semua kenangan yang ada. Mudik alias Pulang Kampung/ PulKam, memang istimewa ^_^
Yang ikutan mudik juga bukan hanya yang beragama muslim tapi juga non muslim. Yang memang kebetulan mereka berada dirantau atau bagi mereka yang memiliki saudara muslim dan ingin berkunjung. Maka moment libur lebaran adalah waktu yang tepat untuk kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga.
Arus lalu lintas pun padat merayap. Polisi lalu lintas bekerja keras mengamankan laju mudik yang membludak. Semua sarana transportasi kebanjiran penumpang. Harga ongkos dan tiket pun naik, apalagi kalau kena calo, pasti berkali lipat harganya. Tapi itu pun dijalani demi pulang kampung. Dan pemesanan pun harus dari jauh hari, kalau tidak mau kehabisan tiket dan ga bisa mudik.
Memang libur nasional dan libur panjang bukan hanya saat lebaran. Masih ada hari libur lainnya terutama libur sekolah yang cukup panjang. Tapi memang hanya dilibur lebaran ini seluruh perusahaan, sekolah, dinas pemerintah dan swasta juga usaha lainnya, memberi libur yang banyak dan pastinya liburnya serentak dong. Jadi jelaslah kesempatan libur lebaran ini tak akan dilewatkan, apalagi bagi mereka yang merantau sangat jauh atau mereka yang mempunyai dana terbatas dan hanya bisa pulang setahun sekali. Lagi pula saat liburan sekolah, orang-orang lebih banyak menghabiskan untuk jalan-jalan ketempat wisata atau bagi yang ekonomi menengah kebawah, pastilah dana yang ada disimpan untuk memnuhi kebutuhan sekolah apalagi masuk ajaran baru pastilah butuh banyak biaya.
Walaupun saat ini lebaran bertepatan dengan libur sekolah dan memasuki ajaran baru sekolah. Tapi tetap orang-orang melakukan mudik, karena memang dana yang ada sudah diperhitungkan untuk lebaran dan sekolah yang bersamaan. Lagi pula dua libur panjang jadi satu, jadi liburannya sekalian mudik lebaran.
Suasana mudik memang penuh semangat. Semua orang tidak sabar ingin segera sampai kekampung halaman agar bisa berkumpul dengan keluarga. Dan berbagi keceriaan lebaran bersama, saling memaafkan dan melepaskan rindu. Apalagi memang kesibukan sehari-hari terutama pekerjaan membuat kita jarang bertemu dengan saudara kita. Bukan hanya yang jauh dirantau bahkan kita yang berdekatan atau bersebelahan rumah sekalipun bisa jarang bersua dan ngobrol, akibat kesibukan masing-masing. Dan itu aku alami sendiri, hehe.
Moment mudik memang penuh keseruan, membawa oleh-oleh kekampung halaman. Dan keluarga dikampung juga sudah tak sabar ingin bertemu melepas rindu dan bercerita. Seakan waktu begitu lambat berjalan menuju pertemuan.
Aku jadi ingat waktu dulu aku bersama Bapak dan Mamak ku sering mudik ke rumah nenek saat lebaran, tapi sekarang tidak lagi karena kakek nenek sudah tiada dan sekarang rumah mereka sudah kami beli dan kami tempati.
Rasanya senang saat mudik, bertemu kakek nenek dan juga saudara-saudara juga sepupu-sepupu yang seumuran dengan ku. Rasanya ga sabar menanti mudik lebaran, ga sabar ingin bertemu dan saat dijalan, ga sabar ingin segera sampai dirumah nenek.
Saat aku kuliah, aku juga ngalami mudik alias pulang kampung. Memang bukan kerumah nenek karena kakek nenek sudah tiada, walaupun kami tetap sering mudik kekampung nenek untuk silaturahmi dengan keluarga disana. Tapi mudik ku ini ya pulang kampungke rumah ku karena waktu kuliah aku jadi anak kost, karena rumah ku jauh didesa sementara aku kuliah dikota medan.
Menyenangkan sekali suana mudik, ga sabar pengen cepat sampai rumah. Walau kadang pas bertepatan libur kuliah/libur semester, aku bahkan libur lebih cepat yaitu sebelum puasa dan kembali setelah lebaran. Jadi mudiknya bukan mudik lebaran tapi mudik libur kuliah.
Dan saat kembali ke tempat kos dan kekampus setelah libur lebaran, teman-teman sibuk meminta oleh-oleh dan kue lebaran dari kampung. Aku juga begitu, meminta kue lebarand an oleh-oleh mereka. Kemudian setelah itu silaturahmi kerumah teman-teman yang ada disekitaran kota medan.
Suasana mudik memang menyenangkan dan penuh kesan. Membuat kita selalu teringat kampung haalman dan suasana yang ada disana juga semua kenangan yang ada. Mudik alias Pulang Kampung/ PulKam, memang istimewa ^_^
Jumat, 24 Juli 2015
Bulan Juli Bulan Ku ^_^
Assalamualaykum ^_^
Bulan Juli...bulan yang istimewa untukku. Karena dibulan ini adalah bulan kelahiranku. Dan memang namaku juga sesuai dengan nama bulan ini, Juli. Walaupun hanya nama panggilan dan bukan nama lengkap, ya karena memang aku lahir dibulan Juli dan nama lengkapku juga memang mirip, jadilah aku dipanggil Juli, hihi. Dan akupun merasa bulan ini adalah bulan ku, milikku, haha, perasaan banget aku ya. Padahal hanya karena nama ku sama dengan bulannya, karena aku lahir dibulan Juli, tapi bukan berarti milik ku sendiri tapi milik semua orang dibumi. Lagian, bukan cuma aku satu-satunya yang bernama juli, masih banyak yang lainnya, berarti milik kami bersamaa dong, hehehe.
Tapi memang bulan Juli itu memang istimewa, selain karena bulan kelahiranku, haha. Karena ddibulan Juli selalu bertepatan liburan sekolah, musim buah-buahan dan yang istimewa saat bulan Ramadhan jatuh dibulan Juli dan lebaran juga, heeemmm menyenangkan banget. Walau memang puasa itu selalu bergeser tiap tahunnya. Tapi kalau puasa dan lebaran jatuh dibulan Juli, rasanya super istimewa bulan ku ini, hehe.
Terkadang aku ngayal sendiri, asyik bener aku ya, punya bulan sendiri satu bulan dari 12 bulan. Dan rasanya paling seneng kalau bulan Juli tiba dan ga ingin bulan Juli cepat-cepat berakhir, parah :D
Dan menurut hitungan tahun Hijriyah tahun umat Muslim, aku lahir dibulan Dzulqaidah dan itu berarti namaku masih miriplah dengan bulan kelahiranku yang tahun Hijriyah. Jadi baik tahun masehi dan Hijriyah, namaku masih tetap nyambung, sama-sama ada kata jul-nya, hehehe.
Hahhh, demikianlah postingan narsis ku kali ini. Postingan yang bagi kalian yang membaca mungkin sama sekali ga penting, tapi anggap saja ini sedikit hiburan walau tak lucu, hehehe.
Wassalamualaikum ^_^
Bulan Juli...bulan yang istimewa untukku. Karena dibulan ini adalah bulan kelahiranku. Dan memang namaku juga sesuai dengan nama bulan ini, Juli. Walaupun hanya nama panggilan dan bukan nama lengkap, ya karena memang aku lahir dibulan Juli dan nama lengkapku juga memang mirip, jadilah aku dipanggil Juli, hihi. Dan akupun merasa bulan ini adalah bulan ku, milikku, haha, perasaan banget aku ya. Padahal hanya karena nama ku sama dengan bulannya, karena aku lahir dibulan Juli, tapi bukan berarti milik ku sendiri tapi milik semua orang dibumi. Lagian, bukan cuma aku satu-satunya yang bernama juli, masih banyak yang lainnya, berarti milik kami bersamaa dong, hehehe.
Tapi memang bulan Juli itu memang istimewa, selain karena bulan kelahiranku, haha. Karena ddibulan Juli selalu bertepatan liburan sekolah, musim buah-buahan dan yang istimewa saat bulan Ramadhan jatuh dibulan Juli dan lebaran juga, heeemmm menyenangkan banget. Walau memang puasa itu selalu bergeser tiap tahunnya. Tapi kalau puasa dan lebaran jatuh dibulan Juli, rasanya super istimewa bulan ku ini, hehe.
Terkadang aku ngayal sendiri, asyik bener aku ya, punya bulan sendiri satu bulan dari 12 bulan. Dan rasanya paling seneng kalau bulan Juli tiba dan ga ingin bulan Juli cepat-cepat berakhir, parah :D
Dan menurut hitungan tahun Hijriyah tahun umat Muslim, aku lahir dibulan Dzulqaidah dan itu berarti namaku masih miriplah dengan bulan kelahiranku yang tahun Hijriyah. Jadi baik tahun masehi dan Hijriyah, namaku masih tetap nyambung, sama-sama ada kata jul-nya, hehehe.
Hahhh, demikianlah postingan narsis ku kali ini. Postingan yang bagi kalian yang membaca mungkin sama sekali ga penting, tapi anggap saja ini sedikit hiburan walau tak lucu, hehehe.
Wassalamualaikum ^_^
Suasana Lebaran
Suasana Lebaran memang suasana yang sangat menyenangkan dan istimewa. Dimana kita bisa berkumpul dengan sanak saudara dan teman. Apalagi mereka yang selama ini jauh dan sibuk dirantau. Atau bahkan mereka yang dekat namun karena kesibukan masing-masing jadi tidak bisa slaing berkunjung.
Belum lagi banyak makanan dan kue-kue lezat yang terhidang saat kita berkunjung kerumah kerabat dan sahabat. Kue-kue dan makanan istimewa yang bahkan tidak kita temui dihari biasa. Tapi karena kebanyakan makanan, jadi agak bosan memakannya. Tapi nanti saat lebaran sudah berlalu dan sudah habis kue-kue dirumah, baru lah kangen dan mencari-cari kue, haha.
Bicara soal kue, aku jadi teringat masa kecil dulu. Saat aku bersama saudara-saudara ku berkunjung kerumah kerabat. Kami sering sekali menyelipkan kue-kue kedalam kantong celana/rok dan baju. Bukan aku dan saudara ku saja, tapi memang kebanyakan anak kecil seumuran kami juga melakukan itu. Dan memang sengaja memakai pakaian yang banyak kantongnya supaya bisa memuat kuea yang banyak, hehe. Dan ternyata sampai sekarang masih banyak anak-anak kecil yang melakukan itu. Aku tertawa geli melihatnya dan teringat ulah ku di masa lalu :D
Suasana lebaran memang terlihat ramai. Karena banyak orang-orang yang pulang kampung dan banyak yang bertamu. Dijalanan baik jalan raya maupun jalan dikampung dan di gang, terlihat penuh dan padat bahkan macet. Banyak orang-orang baru yang kita lihat. Banyak berkenalan dengan orang baru. Dan bisa menambah tali persaudaraan dan persahabatan.
Dan yang paling ditunggu oleh anak-anak adalah salam tempel alias THR alias angpao. Semua anak-anak menanti saat itu tiba. Ga perduli dikasi sedikit atau banyak, mereka udah senang. Yang penting dikasi duit. Kalau kita lupa ngasi atau gak ngasi pasti mereka minta duluan. Kalau udah dikasi senangnya minta ampun.
Tapi yang paling utama adalaah shalat Idul Fitri dan setelah itu saling maaf-maafan. Saat shalat Idul Fitri dilapangan atau dimasjid, suasana terasa begitu khidmat. Rasanya seperti pergi haji dan umroh. Benar-benar nyaman dan menyentuh hati. Dan setelah shalat, saling bersalaman dengan keluarga dan jemaah shalat lainnya. Dan sesampainya dirumah, kembali saling meminta maaf terutama pada kedua orang tua. Meminta maaf dengan setulus hati atas dosa yang telah diperbuat dan segala perbuatan yang menyakiti hati kedua orang tua. Kemudian meminta maaf pada saudaraa dan kerabat lainnya.
Bagi yang jauh dari orang tua dan keluarga tak sempat bertemu, bisa saling bermaafan lewat telepon dan alat komunikasi lainnya. Namun bagi orang tuanya yang sudah tiada, bisa mendoakan mereka agar tenang dan ditempat ditempat terbaik disisi Allah. Begitu juga bagi yang sebatang kara dan tanpa keluarga. Bisa mendoakan orang tua dan keluarga. Dan saling bermaafan dengan temaan dan tetangga. Suasana maaf-maafan memang penuh haru dan rasa penyesalan.
Suasana Lebaran, memang istimewa dan penuh kebahagiaan ^_^
Belum lagi banyak makanan dan kue-kue lezat yang terhidang saat kita berkunjung kerumah kerabat dan sahabat. Kue-kue dan makanan istimewa yang bahkan tidak kita temui dihari biasa. Tapi karena kebanyakan makanan, jadi agak bosan memakannya. Tapi nanti saat lebaran sudah berlalu dan sudah habis kue-kue dirumah, baru lah kangen dan mencari-cari kue, haha.
Bicara soal kue, aku jadi teringat masa kecil dulu. Saat aku bersama saudara-saudara ku berkunjung kerumah kerabat. Kami sering sekali menyelipkan kue-kue kedalam kantong celana/rok dan baju. Bukan aku dan saudara ku saja, tapi memang kebanyakan anak kecil seumuran kami juga melakukan itu. Dan memang sengaja memakai pakaian yang banyak kantongnya supaya bisa memuat kuea yang banyak, hehe. Dan ternyata sampai sekarang masih banyak anak-anak kecil yang melakukan itu. Aku tertawa geli melihatnya dan teringat ulah ku di masa lalu :D
Suasana lebaran memang terlihat ramai. Karena banyak orang-orang yang pulang kampung dan banyak yang bertamu. Dijalanan baik jalan raya maupun jalan dikampung dan di gang, terlihat penuh dan padat bahkan macet. Banyak orang-orang baru yang kita lihat. Banyak berkenalan dengan orang baru. Dan bisa menambah tali persaudaraan dan persahabatan.
Dan yang paling ditunggu oleh anak-anak adalah salam tempel alias THR alias angpao. Semua anak-anak menanti saat itu tiba. Ga perduli dikasi sedikit atau banyak, mereka udah senang. Yang penting dikasi duit. Kalau kita lupa ngasi atau gak ngasi pasti mereka minta duluan. Kalau udah dikasi senangnya minta ampun.
Tapi yang paling utama adalaah shalat Idul Fitri dan setelah itu saling maaf-maafan. Saat shalat Idul Fitri dilapangan atau dimasjid, suasana terasa begitu khidmat. Rasanya seperti pergi haji dan umroh. Benar-benar nyaman dan menyentuh hati. Dan setelah shalat, saling bersalaman dengan keluarga dan jemaah shalat lainnya. Dan sesampainya dirumah, kembali saling meminta maaf terutama pada kedua orang tua. Meminta maaf dengan setulus hati atas dosa yang telah diperbuat dan segala perbuatan yang menyakiti hati kedua orang tua. Kemudian meminta maaf pada saudaraa dan kerabat lainnya.
Bagi yang jauh dari orang tua dan keluarga tak sempat bertemu, bisa saling bermaafan lewat telepon dan alat komunikasi lainnya. Namun bagi orang tuanya yang sudah tiada, bisa mendoakan mereka agar tenang dan ditempat ditempat terbaik disisi Allah. Begitu juga bagi yang sebatang kara dan tanpa keluarga. Bisa mendoakan orang tua dan keluarga. Dan saling bermaafan dengan temaan dan tetangga. Suasana maaf-maafan memang penuh haru dan rasa penyesalan.
Suasana Lebaran, memang istimewa dan penuh kebahagiaan ^_^
Istilah Minal Aidin Wal Faizin
Minal aidin wal faizin kalimat ini sering kita dengar saat hari raya Idul Fitri. Baik diucapkan oleh kerabat, sahabat, rekan kerja atau kita lihat dan dengar di media cetak dan elektronik. Seperti di surat kabar, majalah, televisi, internet dan lain sebagainya.
Sebenarnya apa sih arti kalimat Minal aidin wal faizin. Apakah memang harus diucapkan saat lebaran. Kita harus tau apa makna dari tiap kata yang kita ucapkan. Jangan sampai salah sebut atau sekedar ikut-ikutan tapi tak tau maknanya. Berikut akan sedikit aku jelaskan mengenai makna kalimat Minal aidin wal faizin, dari sumber yang aku dapatkan yaitu dari situs-situs Islam yang ada di internet.
Kalimat Minal aidin wal faizin bila diterjemahkan secara harfiah artinya "Dari (yang) kembali dan berhasil," secara umum diterjemahkan menjadi, "Semoga kita semua tergolong orang yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri). Mungkin maksud kata ini adalah sebuah doa dan harapan agar setelah Ramadhan usai dan tibalah hari raya idul fitri, maka kita diharapakan menjadi orang yang suci dan bisa lebih baik lagi. Karena kita sudah bisa menahan diri selama sebulan berpuasa.
Tapi apakah memang kalimat Minal aidin wal faizin ini berasal dari ucapan Rasulullah? menurut seorang ulama, tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya (Salaf as-Shaleh). Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair di masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita dihari raya. Walaupun berbahasa Arab, kalimat Minal aidin wal faizin ini tidak dimengerti maknanya oleh orang Arab sendiri. Dan Kalimat Minal aidin wal faizin tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata perkata saja. Dan tidak ada dasar yang jelas tentang ucapan ini, baik dari Hadist, Atsar atau yang lainnya.
Jadi, kata atau ucapan apa yang tepat kita ucapkan disaat hari lebaran, yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah ? Menurut Ibnu Taimiyah, ucapan Idul Fitri yang sesuai dengan Sunnah adalah :
Sebenarnya apa sih arti kalimat Minal aidin wal faizin. Apakah memang harus diucapkan saat lebaran. Kita harus tau apa makna dari tiap kata yang kita ucapkan. Jangan sampai salah sebut atau sekedar ikut-ikutan tapi tak tau maknanya. Berikut akan sedikit aku jelaskan mengenai makna kalimat Minal aidin wal faizin, dari sumber yang aku dapatkan yaitu dari situs-situs Islam yang ada di internet.
Kalimat Minal aidin wal faizin bila diterjemahkan secara harfiah artinya "Dari (yang) kembali dan berhasil," secara umum diterjemahkan menjadi, "Semoga kita semua tergolong orang yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri). Mungkin maksud kata ini adalah sebuah doa dan harapan agar setelah Ramadhan usai dan tibalah hari raya idul fitri, maka kita diharapakan menjadi orang yang suci dan bisa lebih baik lagi. Karena kita sudah bisa menahan diri selama sebulan berpuasa.
Tapi apakah memang kalimat Minal aidin wal faizin ini berasal dari ucapan Rasulullah? menurut seorang ulama, tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya (Salaf as-Shaleh). Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair di masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita dihari raya. Walaupun berbahasa Arab, kalimat Minal aidin wal faizin ini tidak dimengerti maknanya oleh orang Arab sendiri. Dan Kalimat Minal aidin wal faizin tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata perkata saja. Dan tidak ada dasar yang jelas tentang ucapan ini, baik dari Hadist, Atsar atau yang lainnya.
Jadi, kata atau ucapan apa yang tepat kita ucapkan disaat hari lebaran, yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah ? Menurut Ibnu Taimiyah, ucapan Idul Fitri yang sesuai dengan Sunnah adalah :
- Taqabbalallahu minna wa minkum (Arab: تقبل الله منا ومنكم), artinya: "Semoga Allah menerima amal kami dan kalian" atau
- Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik (Arab: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ , وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك), artinya: "Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu" dan semisalnya.”
Oleh karena itu, setelah kita mengetahui makna dan sejarah tentang kalimat Minal aidin wal faizin, maka sebaiknya mulai sekarang bila ingin mengucapkan ucapan lebaran haruslah yang sesuai sunnah Rasulullah. Jangan lagi kita asal ucap dan ikut-ikutan tanpa tau maknanya. Karena sudah jelas apa makna dari kalimat Minal aidin wal faizin itu dan jelas-jelas dizaman Rasulullah dan sahabat juga para ulama setelahnya, tak pernah mengucapkan kalimat itu. Apalagi kata itu juga hanyalah sebuah syair dan nyanyian. Lagipula hanya orang-orang Indonesia saja yang mengucapkan kata itu, sementara dinegara Muslim lainnya tidak.
Jadi, sebaiknya kita beri tahu pada saudara dan teman yang belum mengetahui arti kalimat ini. Dan mulailah kita mengucapkan kata yang sesuai ajaran Rasulullah. Agar ucapan kita bisa menjadi kebaikan untuk kita semua. Karena aku sendiri juga tidak tau arti kalimat ini dan menyangka kalau artinya sama dengan mohon maaf lahir batin. Dan baru beberapa tahun belakangan ini aku tau artinya dan aku tidak mengucapkannya lagi. Semoga Allah selalu membuka pintu hati kita untuk menerima semua hidayah dari-Nya, Aamiin ya Allah Aamiin ya Rabbalalamin.
Wallahu A'lam Bishawab
Langganan:
Postingan (Atom)